• About us
  • Kebijakan Cookies
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • App Privacy Policy
Senin, Agustus 31, 2026
  • Login
Matapadma
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Jawa Tengah
  • Pendidikan
  • Historia
  • FOTO
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jawa Tengah
  • Pendidikan
  • Historia
  • FOTO
No Result
View All Result
Matapadma
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jawa Tengah
  • Pendidikan
  • Historia
  • FOTO

Wujud Cinta dan Syukur Masyarakat dalam Tradisi Maulid Nabi

Redaktur by Redaktur
13 Mei 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Matapadma

Foto.Ilustrasi

615
VIEWS

Semarang, Matapadma –  Sebagai bentuk kecintaan dan rasa syukur umat islam terhadap baginda nabi Muhammad SAW, setiap satu tahun sekali pada tanggal 12 Rabiul awal umat muslim mengadakan Maulid nabi. Tradisi tersebut merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, sosok yang diutus sebagai rahmatan lil alamin.

Kata rahmat yang berarti kasih sayang atau belas kasih yang diberikan Allah SWT kepada seluruh makhluknya. Hal ini tertulis dalam firmanya Q.S Al-Anbiya ayat 107 yang memiliki arti “Dan tidaklah kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”

Tradisi ini sudah dilakukan sejak dahulu, dimulai pada abad ke 7 Hijriah yaitu saat dinasti Fatimiyah di Mesir. Pada masa itu perayaan maulid nabi dilakukan dengan tujuan memperingati kelahiran Rasulullah sekaligus mempererat persatuan umat islam. Namun, dengan berjalannya waktu dan zaman, tradisi ini menyebar ke sudut-sudut dunia sehingga terdapat berbagai bentuk kegiatan yang dilakukan untuk memeriahkan maulid tersebut. Seperti halnya di Desa Sijeruk, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Masyarakat Sijeruk sendiri secara konsisten merayakan acara peringatan maulid nabi dengan pembacaan Al berzanji (shalawat syaikh al barzanji)  serta  al dziba’i (shalawat yang ditulis oleh syaikh abdurrahman ad dziba’i) dan dilanjut dengan bakti sosial. Disisi lain, Tradisi ini menciptakan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat, memperkuat keberdayaan umat dan mempererat komunikasi di Desa Sijeruk.

Berkat Liburan Tahun Baru, Museum dan Masjid Agung Demak Ramai Wisatawan 

Meskipun di zaman Rasulullah dan para sahabat tidak ada yang pernah melakukan tradisi maulid nabi, tetapi di dalam Al – Quran dijelaskan bahwa Allah dan para malaikat saja bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya: ”Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya,” (Q.S. Al Ahzab : 56).

Sebagian Ulama sepakat dan memperbolehkan perayaan maulid nabi selama tidak bertentangan dengan syariat Islam. Hal ini diperkuat dengan pendapat Imam Ibn Hajar al-Asqalani yang mengukapkan peringatan maulid nabi merupakan salah satu bentuk cara umat Islam untuk mengenang kelahiran orang yang paling di cintai Allah (al-Asqalani, Fath al-Bari).

Rayakan Festival Megengan, Ribuan Warga Padati Alun Alun Demak

Di sisi lain, tradisi maulid kerap kali disebut dengan sebutan bid’ah, namun jika dipandang dari segi amalan nya, kegiatan ini bukanlah bid’ah karena amalah-amalan yang terdapat di dalamnya itu sudah ada sejak zaman nabi. Ulama dari kalangan Asy’ariyah dan Maturidiyah, seperti al-Suyuti dan Ibn Hajar al-Haitami, membela peryataan tersebut dengan alasan bahwa hal itu termasuk dalam bid’ah hasanah (inovasi yang baik) karena bertujuan mengingat Rasulullah dan menyebarkan ajaran-ajaran Islam secara damai. Jadi, kegiatan ini bukanlah kegiatan yang bisa di anggap bid’ah. Karena kegiatan peringatan maulid nabi Muhammad Saw, tidak ada hubungan nya dengan ibadah ritual, akan tetapi malah justru lebih terkait dengan muamallah. (Amelia Zahrotussholi)

Baca Juga : Dempet Lestarikan Budaya Jawa Lewat Tradisi Sedekah Bumi

Kunjungi Youtube : Matapadma

Tags: IslamMaulid NabiTradisi
Previous Post

Aspirasi Warga Sayung dan Bonang Terkait Penanganan Abrasi

Next Post

Pisowanan Balasan, Bupati Demak: Grebeg Besar Siap Menciptakan Rekor Muri

Redaktur

Redaktur

Next Post
Pisowanan Balasan, Bupati Demak: Grebeg Besar Siap Menciptakan Rekor Muri

Pisowanan Balasan, Bupati Demak: Grebeg Besar Siap Menciptakan Rekor Muri

Grebeg Besar, Warisan Budaya dan Spiritualitas untuk Kemakmuran Demak

Grebeg Besar, Warisan Budaya dan Spiritualitas untuk Kemakmuran Demak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

<p> <img src="matapadma.jpg" alt=""> <strong>Matapadma:</strong> ... </p>

Video

https://youtu.be/97T9HpnlnbY?si=F4OyjSEleU544QdZ
https://youtu.be/VXlaFEa43gs?si=rvTnFJ-xCd5wmSJA

JUMLAH KUNJUNGAN

0058728
Hari ini : 652
Bulan ini : 4580
Tahun ini : 4580
Total Kunjungan : 58728
Who's Online : 3
Alamat IP anda: 216.73.216.75

Post Post Terbaru

  • BPP Karangtengah Gelar Gerakan Penanganan Dampak Perubahan Iklim di Sektor Pertanian 27 Agustus 2026
  • Ketua DPRD Demak: Aspirasi Buruh Harus Didengar, Tata Kelola Ketenagakerjaan Perlu Diperkuat 27 Agustus 2026
  • Kebakaran Hanguskan 62 Kios di Pasar Sedo Demak, Kerugian Rp1,2 Miliar 25 Agustus 2026
  • Kades Tambakroto Tekankan Perangkat Desa Baru Bekerja Cerdas dan Cermat 24 Agustus 2026
  • Bupati Demak Sampaikan Nota Pengantar Raperda APBD 2027 dalam Rapat Paripurna ke-29 DPRD 24 Agustus 2026
Matapadma

Copyright © 2024 matapadma.com

Navigate Site

  • About us
  • Kebijakan Cookies
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • App Privacy Policy

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jawa Tengah
  • Pendidikan
  • Historia
  • FOTO
  • Login

Copyright © 2024 matapadma.com