Demak, Matapadma– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Demak, Jawa Tengah menyampaikan permohonan maaf kepada pasien dan keluarga terkait dugaan dokter membentak pasien di poli mata yang sempat beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat RSUD Kabupaten Demak, Abdul Rohman, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Senin lalu saat seorang pasien datang ke poli mata dengan keluhan adanya benda asing di mata. Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama sehingga menyulitkan dokter saat melakukan tindakan pengambilan benda asing.
“Karena ini tindakan pada mata, pengambilannya harus sangat hati-hati. Dokter membutuhkan posisi pasien yang tepat dan pasien juga harus kooperatif agar benda asing itu bisa diambil,” ujar Abdul Rohman saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), Rabu (4/3/2026). Ia didampingi Kepala Seksi Humas RSUD Demak, Kusmanto.
Penjelasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan seorang pasien yang sedang menjalani pemeriksaan di dokter spesialis mata. Dalam video tersebut, dokter dan rekannya terdengar berbicara dengan nada tinggi yang dinilai kurang mengenakkan oleh keluarga pasien.
Abdul Rohman menjelaskan, saat proses pemeriksaan berlangsung pasien diduga mengalami kesakitan sehingga tidak dapat sepenuhnya kooperatif. Dalam situasi tersebut, dokter memberikan arahan dengan nada lebih tinggi agar pasien dapat mengikuti posisi yang dibutuhkan untuk proses pengambilan benda asing di mata.
Namun, menurutnya, nada suara tersebut kemudian dinilai oleh orang tua pasien sebagai bentakan dan dianggap sebagai bentuk pelayanan yang kurang baik.
Transformasi Pesantren, Zayinul Fata Libatkan Perempuan NU Demak
Setelah kejadian tersebut, orang tua pasien melaporkan hal itu ke bagian pengaduan rumah sakit. Pihak manajemen RSUD Demak menyatakan telah menerima laporan tersebut dan langsung meminta kronologi serta penjelasan dari pihak terkait.
“Atas pelayanan yang diterima oleh pasien, kami atas nama rumah sakit menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Kami juga akan menindaklanjuti dan mengonfirmasi kepada dokter spesialis yang bersangkutan agar ke depan pelayanan bisa lebih baik,” jelasnya.
Abdul Rohman menambahkan, persoalan tersebut saat ini telah diselesaikan. Sebagai bentuk permohonan maaf, pihak rumah sakit juga memberikan suvenir kepada keluarga pasien.
Santri Ponpes Al Kholwat Antusias Ikuti Pelatihan Jurnalistik di Malam Ramadhan
Selain itu, manajemen rumah sakit telah melakukan klarifikasi kepada dokter yang bersangkutan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Ke depan, pihak rumah sakit akan memberikan pengarahan kepada tenaga medis agar lebih memperhatikan cara berkomunikasi dengan pasien.
“Kami akan memberikan pengarahan supaya dalam mengarahkan pasien nadanya lebih halus sehingga tidak terkesan membentak,” katanya.
Menanggapi berbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit yang ramai dibicarakan di media sosial, pihak manajemen RSUD Demak mengaku terus memantau dan menginventarisasi setiap masukan yang disampaikan masyarakat.
“Kami memahami dan selalu memantau masukan-masukan, termasuk yang ada di komentar di media sosial. Semua keluhan akan kami inventarisasi dan tindak lanjuti untuk peningkatan pelayanan,” ujarnya.
Ke depan, RSUD Demak menyatakan akan menangani setiap keluhan masyarakat secara kasus per kasus serta menyusun rencana tindak lanjut guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Pihak rumah sakit juga menyampaikan terima kasih atas berbagai masukan dari masyarakat dan menegaskan bahwa kritik yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan agar semakin baik.
Baca Juga: Perbaikan Betonisasi Jalur Pantura Demak Capai 90 Persen, Ditargetkan Rampung H-10 Lebaran
Kunjungi Youtube: Matapadma













Hari ini : 51
Bulan ini : 2175
Tahun ini : 24224
Total Kunjungan : 325205
Who's Online : 2