Demak, Matapadma– Perbaikan jalur Pantai Utara (Pantura) yang menjadi salah satu jalur utama arus mudik Lebaran di wilayah Demak ditargetkan rampung pada H-10 sebelum Hari Raya. Hingga awal Maret 2026, progres pekerjaan telah mencapai 90 persen dan dipastikan selesai tepat waktu guna mendukung kelancaran arus mudik.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Demak, Iptu Khoirul, menyampaikan bahwa proyek tersebut merupakan paket pekerjaan tahun 2026 yang dimulai sejak awal tahun. Perbaikan difokuskan di ruas Jalan Pantura Semarang–Kudus KM 30+750 hingga KM 34+800.
“Saat ini progres sudah 90 persen, tinggal 10 persen lagi. Ada tiga lajur yang sudah bisa dilalui, tinggal satu lajur yang masih dalam tahap penyelesaian,” ujar Iptu Khoirul saat meninjau lokasi pekerjaan betonisasi, Senin (02-03-2026).
Ia memastikan seluruh pekerjaan fisik akan rampung H-10 Lebaran. Jika Lebaran jatuh pada 19 Maret, maka perbaikan ditargetkan selesai pada 9 Maret 2026. Dalam empat hari ke depan, proses pengecoran akan dituntaskan, kemudian menunggu masa pengeringan sekitar lima hari sebelum dibuka sepenuhnya untuk umum.
Perbaikan jalan tersebut berdampak signifikan terhadap arus lalu lintas. Selain adanya pekerjaan konstruksi, pembatasan operasional truk mulai 13 Maret turut memengaruhi kepadatan kendaraan di jalur Pantura.
Khoirul menjelaskan, sejak awal bulan kendaraan logistik sudah mulai melintas lebih awal untuk menghindari pembatasan tersebut. Hal ini menyebabkan peningkatan volume kendaraan lebih cepat dibandingkan periode mudik biasanya.
Meski demikian, hingga saat ini belum diperlukan pengalihan arus ke jalur alternatif.
“Kalau terjadi ketersendatan panjang, baru akan kita antisipasi dengan contraflow. Untuk saat ini belum perlu pengalihan arus,” jelasnya.
Selain pekerjaan jalan, pemudik juga diimbau mewaspadai sejumlah titik rawan atau trouble spot di wilayah Demak, khususnya di kawasan Sayung.
Dalam dua hari terakhir, wilayah tersebut dilanda rob dengan ketinggian cukup signifikan. Genangan air dilaporkan terjadi di depan kawasan Karya Usaha Beton mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB.
Deklarasi Jogo Demak Ramadan 1447 H, Ketua DPRD: Stabilitas Keamanan Jadi Prioritas Utama
Untuk mengantisipasi dampak kemacetan akibat rob maupun kepadatan arus kendaraan, petugas telah menyiapkan pos pengamanan (Pospam) di sekitar lokasi.
“Kalau rob memang faktor alam. Namun sudah kami antisipasi dengan penempatan pospam. Jika terjadi ketersendatan, anggota akan langsung digerakkan untuk pengaturan arus,” terangnya.
Sementara itu, pihak kontraktor dari PT Wijaya Kusuma Baru (WKB), Satmanto, menyampaikan bahwa pekerjaan ditargetkan selesai pada 6 Maret 2026 atau H-10 Lebaran sudah bisa dilalui kendaraan.
“Ya, tanggal 6 Maret ini sudah selesai. Nanti H-10 itu harus sudah bisa dilalui,” ujarnya.
Ia menambahkan, progres pekerjaan di titik Trengguli saat ini telah mencapai 85 persen, dengan panjang penanganan sekitar 1,2 kilometer. Betonisasi dilakukan menggunakan metode fast track dengan mutu beton tinggi, sehingga dalam waktu empat hari setelah pengecoran jalan sudah dapat dilewati kendaraan.
Baca Juga: Transformasi Pesantren, Zayinul Fata Libatkan Perempuan NU Demak
Kunjungi Youtube: Matapadma












Hari ini : 275
Bulan ini : 552
Tahun ini : 22601
Total Kunjungan : 323582
Who's Online : 2