Demak, Matapadma– Upaya transformasi pesantren di Kabupaten Demak terus didorong dengan melibatkan peran aktif perempuan. Ratusan tokoh perempuan Nahdlatul Ulama (NU) dari unsur Muslimat dan Fatayat se-Kabupaten Demak berkumpul di Rumah Dinas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Demak, Minggu (01-03-2026).
Sekitar 200 peserta hadir dalam forum diskusi bersama Ketua DPRD Demak, Zayinul Fata, untuk membahas gagasan pembenahan dan modernisasi pesantren, khususnya dalam memperkuat peran perempuan dalam manajemen serta peningkatan kualitas hidup santriwati.
“Hari ini 200 tokoh perempuan NU, baik dari Muslimat maupun Fatayat se-Kabupaten Demak, berkumpul untuk berbicara tentang transformasi pesantren. Kita ingin mengubah wajah pesantren, dan itu tentu membutuhkan peran para perempuan,” ujar Zayinul Fata usai kegiatan.
Menurutnya, transformasi pesantren agar lebih modern, sehat, dan manusiawi tidak akan berhasil tanpa keterlibatan perempuan. Ia menilai perempuan memiliki peran strategis, terutama dalam memastikan standar kebersihan, sanitasi, serta kesehatan di lingkungan pondok pesantren.
“Kita harus jujur, kadang persoalan sanitasi atau ketersediaan air bersih di pondok putri kurang mendapat perhatian. Dampaknya bisa muncul penyakit kulit hingga masalah kesehatan reproduksi. Karena itu, saya mendorong ibu-ibu untuk lebih aktif dan peduli terhadap kebersihan kamar mandi serta ketersediaan air bersih,” tegasnya.
Selain isu kesehatan, Zayin juga menyoroti pentingnya kesetaraan peran dalam struktur kepengurusan pesantren. Ia menegaskan bahwa perempuan tidak boleh hanya ditempatkan pada peran domestik semata, seperti urusan dapur atau konsumsi.
Santri Ponpes Al Kholwat Antusias Ikuti Pelatihan Jurnalistik di Malam Ramadhan
“Perempuan jangan hanya dianggap ‘kanca wingking’. Perempuan harus ada di meja rapat, ikut menentukan kebijakan strategis. Jika perempuan dilibatkan, tata kelola pesantren akan lebih rapi, inklusif, dan ramah anak,” katanya.
Dalam diskusi yang berlangsung interaktif tersebut, turut dibahas pentingnya pembekalan keterampilan (skill) bagi santriwati, mulai dari kewirausahaan hingga literasi digital. Zayin berharap pesantren mampu mencetak generasi santriwati yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Melalui pelibatan perempuan NU, transformasi pesantren di Demak diharapkan berjalan lebih komprehensif, menyentuh aspek manajerial, kesehatan, hingga pemberdayaan santriwati secara berkelanjutan.
Baca Juga: DPRD Demak Dukung Perbaikan Sarana dan Prasarana Pesantren
Kunjungi Youtube: Matapadma











Hari ini : 259
Bulan ini : 259
Tahun ini : 22308
Total Kunjungan : 323289
Who's Online : 5