• About us
  • Kebijakan Cookies
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
Senin, Maret 23, 2026
  • Login
Matapadma
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Jawa Tengah
  • Pendidikan
  • Historia
  • FOTO
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jawa Tengah
  • Pendidikan
  • Historia
  • FOTO
No Result
View All Result
Matapadma
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jawa Tengah
  • Pendidikan
  • Historia
  • FOTO

Sound The Shit, Band Asal Semarang Debut Lewat Single “Dasar Posesif”

Redaktur by Redaktur
31 Januari 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Sound The Shit, Band Asal Semarang Debut Lewat Single “Dasar Posesif”
526
VIEWS

Semarang, Matapadma – Band Sound The Shit resmi memperkenalkan diri ke publik musik Indonesia lewat single debut berjudul “Dasar Posesif.” Trio yang digawangi Kareez (vokal, bass), Taqy Jun (gitar), dan Pungki (drum) ini menandai langkah awal mereka di industri musik dengan karya yang lugas, jujur, dan relevan dengan realitas relasi hari ini.

“Dasar Posesif” hadir dengan aransemen sederhana namun efektif. Balutan musik yang catchy membuat lagu ini mudah melekat di telinga, sementara liriknya mengajak pendengar larut dalam cerita yang terasa dekat dengan pengalaman banyak orang. Lagu ini ditulis oleh Wikha Setyawan, mantan jurnalis yang kini aktif menulis dan berkecimpung di dunia akting. Latar belakang kepenulisannya terasa kuat dalam diksi yang dialogis dan ritmis.

Muslimat NU Bonang Gelar Pengajian Selapanan dan Khotmil Qur’an, Hadirkan Ketua DPRD Demak

Lewat “Dasar Posesif,” Sound The Shit membaca cinta bukan sebagai ruang romantik yang manis, melainkan sebagai medan kuasa yang kerap sunyi. Lirik seperti “kau selalu bilang cinta, tapi kau ciptakan penjara” menjadi penanda kuat bagaimana cinta bisa berubah menjadi alat kontrol. Lagu ini menyoroti normalisasi sikap posesif yang sering dianggap wajar—atas nama cemburu, kebebasan dilanggar; atas nama sayang, batas-batas pribadi perlahan dihapus.

Bagian pre-chorus menghadirkan kejujuran emosional tentang keinginan akan hubungan yang sederhana dan apa adanya. Metafora “boneka” mempertegas hilangnya kendali atas diri sendiri dalam relasi yang timpang. Bahkan, lagu ini dapat dibaca lebih luas sebagai alegori kekuasaan tentang perlindungan yang berubah menjadi pengawasan, dan rasa memiliki yang menjelma pengekangan.

Perjalanan Sound The Shit sendiri bukan cerita instan. Taqy Jun telah bergelut dengan musik sejak SMP, melewati berbagai fase jatuh bangun hingga akhirnya bertemu Pungki pada 2017 dan Kareez pada 2018. Mereka sempat aktif membuat proyek-proyek kecil, sebelum pandemi Covid-19 memaksa masing-masing kembali pada pekerjaan sehari-hari—di pabrik, perusahaan manufaktur, hingga mengamen dan menjadi tukang parkir.

Polres Demak Matangkan Pengamanan Liga 4 Jateng Lewat Rakor Lintas Sektoral

Titik balik terjadi di akhir 2025 saat mereka bertemu Wikha Setyawan. Dari pertemuan itu, semangat bermusik kembali menyala. Lebih dari 20 lagu disiapkan, dan “Dasar Posesif” dipilih sebagai pintu pembuka kehadiran Sound The Shit di 2026. Api semangat mereka didukung oleh kehadiran Purwo Wijayanto sebagai eksekutif produser.

Kini, single “Dasar Posesif” sudah dapat didengarkan di berbagai platform musik digital. Video musiknya juga tersedia di kanal YouTube soundtheshit official, menjadi penanda awal perjalanan band ini dengan suara, cerita, dan sikap yang ingin mereka sampaikan ke pendengar.

Baca Juga: Tambak Mati Akibat Tanggul Tol, Petani Bedono–Purwosari Mengadu ke DPRD Demak

Kunjungi Youtube: Matapadma

Tags: SemarangSound The Shit
Previous Post

Tambak Mati Akibat Tanggul Tol, Petani Bedono–Purwosari Mengadu ke DPRD Demak

Next Post

Operasi Keselamatan Candi 2026, Satlantas Polres Demak Tindak 44 Pelanggar di Alun-alun

Redaktur

Redaktur

Next Post
Operasi Keselamatan Candi 2026, Satlantas Polres Demak Tindak 44 Pelanggar di Alun-alun

Operasi Keselamatan Candi 2026, Satlantas Polres Demak Tindak 44 Pelanggar di Alun-alun

Pemkab Demak Tegaskan Komitmen Transparansi, Dinputaru Raih PPID Terresponsif 2025

Pemkab Demak Tegaskan Komitmen Transparansi, Dinputaru Raih PPID Terresponsif 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Matapadma
Jawa Tengah

Posko Kesehatan Masjid Agung Demak Bantu Pemudik Pulihkan Kondisi di Perjalanan

by Redaktur
20 Maret 2026
Harga Bahan Pokok di Demak Jelang Lebaran Stabil, Gula dan Cabai Rawit Naik
Jawa Tengah

Harga Bahan Pokok di Demak Jelang Lebaran Stabil, Gula dan Cabai Rawit Naik

by Redaktur
12 Maret 2026
Wakil Ketua DPRD: Pemerintah Harus Optimalkan Pengelolaan Sungai di Demak
Jawa Tengah

Wakil Ketua DPRD: Pemerintah Harus Optimalkan Pengelolaan Sungai di Demak

by Redaktur
9 Maret 2026
AMPERA Bonang Berjuang dan Berbagi untuk Masyarakat Pesisir
Jawa Tengah

AMPERA Bonang Berjuang dan Berbagi untuk Masyarakat Pesisir

by Redaktur
9 Maret 2026

Video

https://youtu.be/97T9HpnlnbY?si=F4OyjSEleU544QdZ
https://youtu.be/VXlaFEa43gs?si=rvTnFJ-xCd5wmSJA

JUMLAH KUNJUNGAN

0330905
Hari ini : 337
Bulan ini : 7875
Tahun ini : 29924
Total Kunjungan : 330905
Who's Online : 3
Alamat IP anda: 216.73.216.175
Matapadma

Copyright © 2024 matapadma.com

Navigate Site

  • About us
  • Kebijakan Cookies
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jawa Tengah
  • Pendidikan
  • Historia
  • FOTO
  • Login

Copyright © 2024 matapadma.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In