Demak, Matapadma — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi tinggi atas semangat dan komitmen masyarakat Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, dalam mengatasi persoalan kemiskinan dan stunting. Hal ini disampaikan langsung oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam kunjungan kerjanya ke desa tersebut.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan monitoring dan evaluasi program penanggulangan kemiskinan terintegrasi yang digelar oleh Pemprov Jawa Tengah. Meski Gubernur tidak dapat hadir karena tengah menerima kunjungan Duta Besar Prancis, pihak pemerintah provinsi tetap hadir menyampaikan komitmen dan dukungan penuh kepada warga Desa Tedunan.
“Mohon maaf atas keterlambatan kami. Namun, ini tidak mengurangi rasa hormat dan terima kasih dari Bapak Gubernur atas semangat luar biasa masyarakat Desa Tedunan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar seperti kemiskinan dan stunting,” ujar Sujarwanto Dwiatmoko, Kamis- (25-09-2025).
Dalam sambutannya, Sujarwanto juga memaparkan bahwa angka kemiskinan di Jawa Tengah saat ini telah menurun menjadi 9,48%, sementara Kabupaten Demak masih berada di angka 10,87%, atau di atas rata-rata provinsi. Namun, penurunan ini merupakan capaian signifikan, mengingat sebelumnya Jawa Tengah sempat menyandang status sebagai provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Indonesia.
“Upaya kita terbukti efektif. Kini, Jawa Tengah menempati urutan ketiga secara nasional dalam jumlah penduduk miskin, setelah Jawa Timur dan Jawa Barat,” ungkapnya.
Ribuan Warga Demak Ikuti Senam Meriah Peringatan Haornas ke-42
Keberhasilan ini, lanjutnya, tidak lepas dari peran aktif kepala desa, camat, bupati, serta masyarakat desa yang bergerak tanpa harus menunggu pendampingan langsung dari provinsi.
Dalam kegiatan tersebut, dilaporkan pula hasil pelaksanaan program dari Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Tengah, yang menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta. Sejumlah pihak seperti PLN, Telkom, Bulog, hingga perusahaan industri ikut ambil bagian dalam memberikan dukungan untuk Desa Tedunan, mulai dari pemasangan listrik, pengadaan bahan pokok, hingga bantuan infrastruktur desa.
Salah satu bentuk intervensi yang disorot adalah distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), di mana beras dijual ke masyarakat dengan harga Rp12.500 per 5 kg, sedangkan dari Bulog hanya Rp11.000. Hal ini sebagai upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan pasokan di tengah isu kelangkaan dan kenaikan harga beras.
“Isu beras mahal dan langka itu tidak benar. Stok di Bulog dan penggilingan padi sangat cukup. Bahkan Bulog menyewa gudang swasta karena stok berlimpah,” tegas Sujarwanto.
Ia juga menyinggung nilai tukar petani (NTP) yang cukup baik untuk petani padi, yakni 121,79, menunjukkan keuntungan di tingkat petani. Namun, NTP untuk peternak masih rendah (97,00), sehingga diperlukan perhatian lebih pada sektor peternakan.
Selain isu pangan dan kemiskinan, kegiatan ini juga mencakup pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk program tracing dan vaksinasi dalam kegiatan “spelling”. Warga yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan akan langsung ditindaklanjuti oleh tim medis.
Dua Remaja Tewas Tersengat Jebakan Tikus Listrik, Polres Demak Imbau Petani Beralih ke Metode Aman
Di bidang ekonomi lokal, partisipasi UMKM juga menjadi bagian dari kegiatan ini, seperti yang ditunjukkan oleh Kelompok Usaha Bersama (Kube) “Ratu Klambi” yang turut meramaikan bazar produk lokal.
Tak hanya itu, Sujarwanto juga menekankan pentingnya validasi dan perbaikan data kemiskinan. Ia mencontohkan langkah Kabupaten Magelang yang menerjunkan Badan Narkotika Sekolah (BNS) untuk melakukan sensus langsung terhadap warga miskin, guna memastikan ketepatan data dan sasaran bantuan. Meskipun sempat dikritik, pendekatan ini dinilai inovatif dan efektif.
“Kadang data yang tidak akurat menjadi masalah utama. Maka perlu koreksi. Jika datanya baik, maka sasarannya jelas, dan bantuan akan tepat guna,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Demak, Eisti’anah, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada masyarakat di wilayahnya, khususnya Desa Tedunan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang diwakili oleh Bapak Asisten II. Kehadiran beliau membawa kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat kami. Khususnya Desa Tedunan yang hari ini menerima berbagai bentuk bantuan dari Pemprov Jateng,” ujarnya.
Kunjungi YouTube: Matapadma













Hari ini : 368
Bulan ini : 2492
Tahun ini : 24541
Total Kunjungan : 325522
Who's Online : 4