Demak, Matapadma — Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Demak Bersatu (GMMD Bersatu) menyatakan keprihatinan mendalam terhadap berbagai persoalan yang dinilai kian kronis dan tidak tertangani secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Demak. Dalam aksi damai yang digelar di Alun-Alun Demak sore tadi, Kamis- (4/9/2025). Presiden GMMD Bersatu, Mulyani M. Noor, menyampaikan bahwa berbagai persoalan seperti banjir, rob, praktik nepotisme, dugaan korupsi, hingga konspirasi dalam perizinan industri dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas.
“Demak sudah sangat kronis. Persoalan-persoalan tidak ditangani dengan serius, bahkan cenderung dibiarkan atau sengaja tidak diselesaikan. Ini menyebabkan masalah lama tak kunjung tuntas, justru muncul masalah-masalah baru,” ujar Mulyani M. Noor, yang juga merupakan ketua salah satu dari sepuluh LSM yang tergabung dalam gerakan ini.
Salah satu sorotan utama adalah pembangunan kawasan industri yang diduga sarat dengan praktik nepotisme dan persekongkolan di kalangan pejabat. Menurut GMMD Bersatu, proyek-proyek tersebut tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat, sebaliknya justru merusak lingkungan dan menambah beban sosial.
“Pembangunan yang seharusnya menyejahterakan masyarakat justru menjadi lahan bisnis kelompok tertentu. Sawah-sawah produktif dikorbankan demi kepentingan pribadi,” tegas Mulyani.
Selain itu, permasalahan banjir dan rob juga menjadi perhatian utama dalam aksi tersebut. GMMD menilai pemerintah daerah tidak memiliki strategi konkret dalam menangani bencana yang terus berulang setiap tahun.
“Masjid sampai tenggelam, alun-alun pun bisa tergenang air. Ini jelas menunjukkan penanganan yang tidak serius. Rob bahkan sudah menjalar hingga ke wilayah Bonang,” imbuhnya.
Mulyani juga menyinggung sejumlah persoalan hukum yang hingga kini belum ada kejelasan penanganannya. Beberapa di antaranya adalah kasus dugaan pemotongan dana untuk Guru Tidak Tetap (GTT) dan perizinan tempat karaoke yang dinilai melibatkan kepentingan kelompok tertentu.
Kapolres Demak Gelar Silaturahmi Bersama Komunitas Ojol, Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas
“Sudah banyak kasus yang dilaporkan ke kejaksaan, tapi tidak jelas kelanjutannya. Kasus perjudian dan karaoke, meskipun mendapat penolakan luas dari ormas dan masyarakat, tetap tidak ditindaklanjuti. Ini menunjukkan adanya konspirasi dan kongkalikong,” ujar Mulyani dengan tegas.
Ia menambahkan, gerakan ini tidak hanya sebatas aksi demonstrasi atau penyampaian aspirasi secara verbal, namun akan berlanjut dengan langkah konkret, termasuk upaya hukum jika diperlukan.
“Kami tidak bergerak karena kebencian atau dendam pribadi. Ini murni demi perubahan dan masa depan Demak yang lebih baik. Jika harus menempuh jalur hukum, kami siap,” pungkasnya.
Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Demak Bersatu (GMMD Bersatu) merupakan aliansi yang terdiri dari 10 LSM dan berbagai elemen mahasiswa yang berkomitmen untuk mendorong perubahan nyata dan menuntut akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Baca Juga : Warga Antusias Meriahkan Karnaval HUT ke-80 RI di Desa Mlaten
Kunjungi Youtube : Matapadma














Hari ini : 449
Bulan ini : 6642
Tahun ini : 6642
Total Kunjungan : 307623
Who's Online : 2