Sumatera Utara, Matapadma – Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Sumatera Utara (USU) Jasmine Meilani bersama empat rekannya Raja Ahsan Andifa, Aziz Parham, Dinda Pebriani dan Ranti Widya didampingi dosen Ir Tania Alda bekerja sama membuat Musium Ulos yang bernama Ulos Heritage Museum berbasis mixed reality, Minggu – (21-11-2024).
Ulos Heritage Museum merupakan sebuah musium interaktif berbasis mixed reality yang bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan kain Ulos sebagai salah satu kearifan lokal Batak yang sangat berharga menuju warisan dunia.
“Melalui teknologi Mixed Reality, kami berencana mengajak pengunjung untuk menjelajahi perjalanan sejarah Ulos, menggali makna serta simbolisme di balik setiap motif, dan memahami proses pembuatannya,” kata Jasmine Meilani Halim, salah satu anggota tim.
Di dalam Ulos Heritage Museum ini kata jasmine, pengunjung juga dapat mempelajari banyak hal. Bukan hanya sekedar melihat gambar tetapi juga bisa mengenal jenis – jenis Ulos yang sangat beragam. Jasmine dan timnya juga membuat tempat pendukung seperti cafetaria, playground, photo box sehingga pengunjung tidak merasa jenuh dengan museum tersebut.
Pelatihan TikTok Shop untuk UMKM Desa Wisata Kandri oleh Mahasiswa USM
“Bukan hanya sekedar melihat saja, pengunjung yang datang akan disuguhkan dengan beberapa jenis kain ulos seperti Ulos ragi hotang, sibolang, mangiring, ragi huting dan sebagainya. Bagi pengunjung yang cepat bosan di sini juga ada tempat yang bisa mengembalikan gairah dalam berwisata. Misal, cafetaria, playground, dan photo box,” tuturnya.
Jasmine mengukapkan dirinya dan tim berhasil membawa budaya Sumatera Utara yaitu Ulos menjadi sebuah hal yang menarik perhatian serta membanggakan. Ulos ini berhasil menjuarai perlombaan dalam kategori Poster Skema Video Gagasan Konstruktif ( VGK ) yang berlokasi di Universitas Airlangga ( Unair ) Pada 21 Oktober 2024.
“Berkat Ulos, kami berhasil menjuarai perlombaan dalam kategori Poster Skema VGK dan membawa pulang medali perunggu mewakili USU. Ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami dan akademik serta masyarakat Sumut,” ungkapnya.
Ia menjelaskan Di era globalisasi ini, keberlangsungan serta keaslian Ulos sudah mulai terancam. Untuk menanggapi hal itu, dirinya ingin menjadikan Ulos sebagai warisan dunia.
Dari Mahasiswa Menjadi Duta Budaya: Perjalanan Jasmine Halim dalam Melestarikan Ulos
“Keaslian Ulos sudah mulai terancam. Cara yang dapat kita lakukan untuk menghadapi ancaman tersebut dengan cara menjadikan Ulos sebagai warisan dunia” ujarnya.
Jasmine berharap, dengan adanya Ulos Heritage ini semoga generasi sekarang termotivasi dan tetap melestarikan budaya khas yang ada di daerah mereka sendiri. Pihaknya juga mendorong anak muda untuk memakai pakaian khas dari daerahnya sendiri dan tidak melupakan budaya asal mereka berada.
“Semoga dengan hal yang kami lakukan ini dapat membuka wawasan bagi anak muda untuk lebih lagi meningkatkan dan melestarikan budaya asal mereka” harapnya. (MP/Regina)
Kunjungi YouTube: Matapadma